Baju Haji Pria

Ketentuan Pakaian Haji Untuk Jamaah Pria, Sudah Tahu?

Setelah membaca niat ihram, jamaah haji harus mengikuti beberapa aturan termasuk dalam urusan pakaian. Beberapa hal memang disunahkan dan ada pula yang dilarang selama proses ibadah haji. Untuk pakaian haji atau yang disebut pakaian ihram memiliki beberapa ketentuan.

Seperti pakaian bagi jamaah pria yang berupa dua helai kain tanpa jahitan.

Lebih lengkapnya, berikut ulasan mengenai ketentuan pakaian bagi jamaah pria yang sedang melaksanakan ibadah haji.

Ini Dia Ketentuan Pakaian Haji Untuk Jamaah Pria

Kain ihram menjadi salah satu perlengkapan haji yang perlu disiapkan sebelum berangkat ke tanah suci.

Selain itu, jamaah juga harus mempersiapkan diri dengan mempelajari cara memakai pakaian ihram tersebut. Pakaian ihram terdiri dari dua helai kain putih yang disebut izar dan rida.

Pakaian ihram

Dua helai kain inilah yang menjadi pakaian haji bagi jamaah pria dan harus menanggalkan pakaian atau perlengkapan lain seperti pakaian dalam, kaos kaki, peci, maupun topi.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan kain ihram adalah harus menutup aurat. Bagi jamaah pria harus menutup dari bagian atas pusar hingga bawah lutut atau sampai mata kaki.

Izar atau kain ihram bawah juga harus dikenakan dengan cara yang benar agar saat jongkok tidak membuat aurat terbuka.

Selain menutup aurat, tidak ada ketentuan lain untuk mengenakan kain ihram. Jamaah bisa mengenakannya dengan cara sendiri yang nyaman atau seperti menggunakan kain sarung.

ikat pinggang

Lilitkan kain dengan pas, tidak terlalu ketat atau longgar agar aman dan tidak menyulitkan saat berjalan. Jika takut lepas, jamaah diperbolehkan menggunakan sabuk atau ikat pinggang.

Perhatikan untuk tidak mengenakan izar melebihi mata kaki. Tidak hanya karena sunah, izar di atas mata kaki lebih aman untuk berjalan dan untuk menjaga kain ihram agar tidak kotor atau terinjak.

Sementara untuk pakaian haji yang disebut rida hanya perlu menyelimutkan tubuh bagian atas dengan menutup bahu kanan dan kiri.

Rangkaian ibadah haji dimulai dengan ihram. Jamaah menggunakan pakaian ihram sambil membaca niat haji.

Jamaah haji perlu tahu bahwa sebelum melaksanakan niat ihram ada beberapa hal yang disunahkan. Seperti memotong kuku, mandi, menyisir rambut, dan memakai wangi-wangian.

Setelah membaca niat ihram maka proses ibadah haji sudah dimulai dan jamaah haji wajib menaati semua aturan berhaji, termasuk hanya menggunakan pakaian haji yang sudah ditentukan dalam syariat.

Khusus jamaah pria, pakaian ihram berupa dua helai kain putih yang tidak memiliki jahitan. Kain tersebut menjadi pakaian yang wajib dikenakan untuk niat ihram di miqat yang sudah ditentukan.

pakaian haji

Selama proses ibadah haji, jamaah pria hanya boleh menggunakan pakaian ihram dan tidak diperkenankan mengenakan baju, celana, atau kain biasa.

Namun diperbolehkan menggunakan ikat pinggang, jam tangan, dan alas kaki dengan ketentuan tidak menutup mata kaki saat salat nanti. Pakaian ihram untuk pria ini digunakan untuk sarung dan harus menutup bagian pusar hingga bagian lutut.

Satu kain lainnya diselendangkan pada bahu. Kain ihram atau pakaian haji untuk jamaah pria tersebut menjadi pakaian yang wajib dikenakan sejak ihram hingga proses ibadah haji selesai.

Pada saat melakukan tawaf, disunahkan untuk menggunakan kain ihram dengan cara idtiba. Kain ihram untuk bagian atas diselendengkan hanya pada satu sisi bahu sebelah kiri.

Jadi selama tawaf, jamaah membiarkan bahu sebelah kanan dibiarkan terbuka tanpa tertutup kain ihram.

Selama berihram, jamaah harus mematuhi beberapa larangan seperti dilarang memotong kuku, berbicara kotor, dan lain sebagainya hingga tiba waktu tahalul.

About the author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.